Kaidah atau aturan pembentukan kata dalam bahasa Indonesia sebenarnya sudah banyak dibicarakan dalam buku-buku tata bahasa. Dalam pengajaran bahasa di sekolah pun tata cara pembentukan kata sudah diajarkan. Meskipun demikian, hal itu tidak berarti semua bentukan kata dalam bahasa Indonesia telah dilakukan melalui proses yang benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Dalam kenyataan berbahasa, masih sering kita jumpai bentukan kata yang menyimpang dari kaidah.
Klasifikasi kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi antara lain : (a) penghilangan afiks, (b) bunyi yang seharusnya luluh tetapi tidak diluluhkan, (c) peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh, (d) penggantian morf, (e) penyingkatan mem-, men-, meng-, meny-, dan menge-, (f) pemakaian afiks yang tidak tepat, (g) penentuan bentuk dasar yang tidak tepat, (h) penempatan afiks yang tidak tepat pada gabungan kata, dan (i) pengulangan kata majemuk yang tidak tepat.
1. Majalah Kartini edisi 21 Agustus - 04 September 2014 pada Hlm 14 dengan judul :Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara dengan kalimat yang berbunyi "Diharapkan mereka beroleh masa depan yang baik dengan bekal pengetahuan, life skils, dan soft skils." Kesalahan pada kata yang digaris bawahi ialah penggunaan afiks yang tidak tepat. Kata beroleh seharusnya memperoleh.
2. Majalah Kartini edisi 21 Agustus - 04 September 2014 pada Hlm 16 dengan judul : TOKOH PEREMPUAN DIANUGERAHI BINTANG MAHAPUTERA ADIPRADANA DARI PRESIDEN RI ATAS JASA-JASANYA dengan kalimat yang berbunyi "Dalam kesempatan ini, saya sengaja perkenalkan kakak kandung saya yang memiliki keyakinan berbeda." Kesalahan pada kata yang digaris bawahi ialah penggunaan prefiks yang tidak tepat. Kata perkenalkan seharusnya memperkenalkan.
3. Majalah Kartini edisi 21 Agustus - 04 September 2014 pada Hlm 46 dengan judul : NY SUDJIATMI, IBUNDA JOKOWI "Saya Berpesan Agar Putraku Tetap Amanah, Jujur dan Sederhana" dengan kalimat yang berbunyi "Sukses yang diraih Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi tak lepas dari sosok sang bunda, Sudjiatmi." Kesalahan pada kata yang digaris bawahi ialah penghilangan konfiks ke - an. Kata sukses seharusnya kesuksesan.
4. Majalah Kartini edisi 21 Agustus - 04 September 2014 pada Hlm 47 dengan judul : NY SUDJIATMI, IBUNDA JOKOWI "Saya Berpesan Agar Putraku Tetap Amanah, Jujur, dan Sederhana" dengan kalimat yang berbunyi "Jokowi membeli kaset dan tape dengan uang hasil tabungannya. Karena saat itu uangnya kurang, kemudian saya yang nambahi." Kesalahan pada kata yang digaris bawahi ialah penghilangan konfiks me - kan. Kata nambahi seharusnya menambahkan.
5. Majalah Kartini edisi 21 Agustus - 04 September 2014 pada Hlm 50 dengan judul : NY SUDJIATMI, IBUNDA JOKOWI "Saya Berpesan Agar Putraku Tetap Amanah, Jujur, dan Sederhana" dengan kalimat yang berbunyi "Biasanya Jokowi telepon ke rumah." Kesalahan pada kata yang digaris bawahi ialah penghilangan prefiks me-. Kata telepon seharusnya menelepon.
6. Majalah Kartini edisi 21 Agustus - 04 September 2014 pada Hlm 50 dengan judul : NY SUDJIATMI, IBUNDA JOKOWI "Saya Berpesan Agar Putraku Tetap Amanah, Jujur, dan Sederhana" dengan kalimat yang berbunyi "Karena saya tidak bawa handphone." Kesalahan pada kata yang digaris bawahi ialah penghilangan prefiks me-. Kata bawa seharusnya membawa.
7. Majalah Kartini edisi 21 Agustus - 04 September 2014 pada Hlm 60 dengan judul : Usia 2 Tahun Tunarungu Tapi Kreativitasnya Tinggi Hingga Lahirkan Buku-buku Best Seller. Kesalahan pada kata yang digaris bawahi ialah penghilangan prefiks me-. Kata lahirkan seharusnya melahirkan.
8. Majalah Kartini edisi 21 Agustus - 04 September2014 pada Hlm 60 dengan Judul : Usia 2 Tahun Tunarungu Tapi Kreativitasnya Tinggi Hingga Lahirkan Buku-buku Best Seller. Dengan kalimat yang berbunyi "Sering kita dengar frasa 'keterbatasan bukan halangan'." Kesalahan pada kata yang digaris bawahi ialah penghilangan prefiks men-. Kata dengar seharusnya mendengar.
Daftar rujukan : Setyawati, Nanik. 2010. ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA: TEORI DAN PRAKTIK. Surakarta : Yuma Pustaka. Hal : 49 - 73
Tidak ada komentar:
Posting Komentar