Sabtu, 20 September 2014

TUGAS SINTAKSIS BAHASA INDONESIA BAGIAN II : Mengidentifikasikan dan Menganalisis Frasa Endosentrik dan Frasa Eksosentrik di Majalah Wanita KARTINI edisi 21 Agustus - 04 September 2014. Pembimbing: Ermawati S., S.Pd.,M.A.

FRASA ENDOSENTRIK DAN FRASA EKSOSENTRIK
     Frasa Endosentrik ialah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurnya maupun salah satu dari unsurnya (M. Ramlan 2005:142).
Frasa endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu:
1. Frasa endosentrik yang koordinatif;
2. Frasa endosentrik yang atributif;
3. Frasa endosentrik yang apositif.


1. Frasa Endosentrik yang Koordinatif
1) Pada hlm 46 dengan judul NY SUDJIATMI, IBUNDA JOKOWI "Saya Berpesan Agar Putraku Tetap Amanah, Jujur dan Sederhana". Dalam kalimat Tangis bahagia, suasana haru langsung menyeruak di kediaman Sudjiatmi, Jalan Pleret Raya No 9 A, Banjarsari, Solo.
Keterangan:
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang koordinatif yang dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.
Tangis dan bahagia.
Tangis atau bahagia.


2) Pada hlm 78 dengan judul KISAH PEDIH IBU NUR RAHMAH DESIANA Di Tengah Perjuangannya Melawan Kelumpuhan, Harus Merawat Anaknya yang juga Lumpuh. Dalam kalimat Kedua ibu anak ini memiliki semangat yang kuat untuk bangkit dari sakit.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang koordinatif yang dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.
Ibu dan anak.
Ibu atau anak.


3) Pada hlm 81 dengan judul Oh Mama, Oh Papa..... BERKALI-KALI AKU GAGAL MENIKAH KARENA AYAHKU PUNYA ILMU HITAM . Dalam kalimat, Dengan susah payah aku mengintip punggung ibu dari leher dasternya.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang koordinatif yang dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.
Susah dan payah.
Susah atau payah.


4) Pada hlm 86 dengan judul Oh Mama, Oh Papa..... BERKALI-KALI AKU GAGAL MENIKAH KARENA AYAHKU PUNYA ILMU HITAM. Dalam kalimat, Tuhan telah membekali kita dengan akal budi sehingga dapat kita manfaatkan untuk berjuang dan tidak menyerah pada segala rintangan yang menghalangi jalan hidup kita ke arah yang lebih baik.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang koordinatif yang dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.
Akal dan budi.
Akal atau budi.


5) Pada hlm 86 dengan judul Oh Mama, Oh Papa..... BERKALI-KALI AKU GAGAL MENIKAH KARENA AYAHKU PUNYA ILMU HITAM. Dalam kalimat, Secara perlahan dengan penuh kasih sayang utarakan tentang dampaknya terhadap hubungan Anda dengan laki-laki yang hendak menjalin hubungan hingga ke jenjang pernikahan.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang koordinatif yang dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.
Kasih dan sayang.
Kasih atau sayang.


6) Pada hlm 86 dengan judul Oh Mama, Oh Papa..... BERKALI-KALI AKU GAGAL MENIKAH KARENA AYAHKU PUNYA ILMU HITAM. Dalam kalimat, Keterbukaan di antara suami istri itu mutlak diperlukan agar terhindar dari fitnah dan kesalahpahaman yang menyiksa.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang koordinatif yang dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.
Keterangan :
Suami dan istri.
Suami atau istri.



2. Frasa Endosentrik yang Atributif.
1) Pada hlm 10 dengan judul DIAN ALYAN: Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Panggilan itu lahir karena Kakek seorang yang sangat menyayangi anak-anak yatim.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang atributif yang unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.


2) Pada hlm 11 dengan judul DIAN ALYAN : Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Tapi, saking belajar begitu giat, aku sakit typhus dan harus dirawat, justru pada saat ujian penerimaan mahasiswa baru.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang atributif yang unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.


3) Pada hlm 46 dengan judul NY SUDJIATMI, IBUNDA JOKOWI "Saya Berpesan Agar Putraku Tetap Amanah, Jujur, dan Sederhana". Dalam kalimat Raut muka gembira langsung mengembang di wajah Sudjiatmi, ibunda Jokowi ketika putra sulungnya itu dinyatakan sebagai presiden terpilih oleh KPU pada 22 Juli lalu.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang atributif yang unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.


4) Pada hlm 46 dengan judul NY SUDJIATMI, IBUNDA JOKOWI "Saya Berpesan Agar Putraku Tetap Amanah, Jujur, dan Sederhana". Dalam kalimat Pesta sederhana menjadi ujub syukur bagi Sudjiatmi untuk mengungkapkan kebahagiaannya saat anaknya dinyatakan sebagai pemenang oleh KPU.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang atributif yang unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.


5) Pada hlm 43 dengan judul Atiqah Hasiholan SESEDERHANA MEMAKNAI HIDUP. Dalam kalimat "Tiba-tiba aku ingat ada satu pulau kecil di Kepulauan Seribu.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang atributif yang unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.


6) Pada hlm 43 dengan judul Atiqah Hasiholan SESEDERHANA MEMAKNAI HIDUP. Dalam kalimat "Di hari H, persiapan make-up dan baju pengantin sudah dikenakan di hotel Ancol.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang atributif yang unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.



3. Frasa Endosentrik yang Apositif.
1) Pada hlm 10 dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Ayah mengajarkanku mandiri, sedangkan Ibuku, Aisyah Wahab, selalu khawatir melepasku keluar rumah usia sedini itu.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang apositif yang tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan secara semantik ada unsur yang terpenting yang lebih penting dari unsur lainnya.


2) Pada hlm 11 dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Tahun 2002, putra pertamaku, Adnan Alyan, lahir.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang apositif yang tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan secara semantik ada unsur yang terpenting yang lebih penting dari unsur lainnya.


3) Pada hlm 11 dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Ternyata di sana aku menemukan jodohku, Ashraf Alyan, pria berdarah Mesir yang bekerja di perusahaan yang sama.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang apositif yang tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan secara semantik ada unsur yang terpenting yang lebih penting dari unsur lainnya.


4) Pada hlm 11 dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Tak lama berselang, 16 bulan kemudian, aku kembali hamil hingga dikaruniai anak kedua, Ammar Alyan.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang apositif yang tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan secara semantik ada unsur yang terpenting yang lebih penting dari unsur lainnya.


5) Pada hlm 16 dengan judul TOKOH PEREMPUAN DIANUGERAHI BINTANG MAHAPUTERA ADIPRADANA DARI PRESIDEN RI ATAS JASA-JASANYA. Dalam kalimat Putri Pahlawan Nasional, J Leimena ini sejatinya adalah pengusaha sukses, pernah menjabat Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DKI.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang apositif yang tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan secara semantik ada unsur yang terpenting yang lebih penting dari unsur lainnya.


6) Pada hlm 17 dengan judul TOKOH PEREMPUAN DIANUGERAHI BINTANG MAHAPUTERA ADIPRADANA DARI PRESIDEN RI ATAS JASA-JASANYA. Dalam kalimat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amaliasari Gumelar yang juga mendapat penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana, berkat jasa-jasanya selama lima tahun terakhir di Kabinet Indonesia Bersatu II.
Keterangan :
Kata yang digarisbawahi pada kalimat di atas termasuk frasa endosentrik yang apositif yang tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan secara semantik ada unsur yang terpenting yang lebih penting dari unsur lainnya.




Frasa Eksosentrik
1. Frasa yang unsur pertamanya berupa preposisi yang disebut Ekso direktif.
1) Pada hlm 10 dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Aku terlahir di Takengon, Aceh.


2) Pada hlm 10 dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Di rumah Nenek, aku hidup dengan ajaran agama yang baik.


3) Pada hlm 10 dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Prestasiku di sekolah sangat baik bahkan karena nilaiku bagus 3 tahun berturut-turut, dari kelas 1-3, maka aku berhasil masuk Institut Pertanian Bogor tanpa mengikuti seleksi.


4) Pada hlm 11 dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Hilang kesempatanku jadi dokter, sehingga aku akhirnya kuliah di IPB.


5) Pada hlm 11 dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Aku tetap ingin kuliah di Fakultas Kedokteran.




2. Frasa Eksosentrik yang unsur pertamanya berupa artikulus yang disebut juga dengan non direktif.
1) Pada hlm 10  dengan judul DIAN ALYAN Kehilangan 40 Anggota Keluarga dalam Musibah Tsunami Aceh Membuatnya Terpanggil Menjadi Ibu Asuh Anak Yatim di 10 Negara. Dalam kalimat Ia menanamkan nilai-nilai budi pekerti dan kecintaan kepada Sang Mahapencipta.


2) Pada hlm 54 dengan judul KEUNIKAN ORANG HUNTUK Keturunan Terakhir Orang Kerdil di Manado. Dalam kalimat Sang pencipta mengasihi kami, maka kami juga mengasihi sesama tanpa pandang asal usulnya.


3) Pada hlm 58 dengan judul Su Meck Jadi Sarjana Setelah 23 Tahun Kehilangan Memori Total Akibat Cedera Otak. Dalam kalimat Di sekolah, misalnya, para siswa harus memperhatikan daftar pelajaran.


4) Pada hlm 71 dengan judul 62 PERSEN PEREMPUAN KARIER KECANDUAN KERJA! Dalam kalimat Para suami memang kepa keluarga tetapi wanita-lah lehernya, lebih powerfull namun tetap berjalan beriring.


5) Pada hlm 104 dengan judul SEMBURAN PASIR SENGGIGI. Dalam kalimat Para pepadu saling melihat dan waspada.


6) Pada hlm 104 dengan judul SEMBURAN PASIR SENGGIGI. Dalam kalimat Wasit menghentikan pertandingan saat si pepadu dengan kepala berdarah tergeletak.


7) Pada hlm 105 dengan judul SEMBURAN PASIR SENGGIGI. Dalam kalimat Dengan senang hati, si penjual jamu itu menjelaskan.


8) Pada hlm 106 dengan judul SEMBURAN PASIR SENGGIGI. Dalam kalimat Para penonton pun ikut bergoyang.


9) Pada hlm 107 dengan judul SEMBURAN PASIR SENGGIGI. Dalam kalimat Kala meletakkan ujung ibu jari di telinga, itu tanda ia siap mendengar apa pun titah Sang Mahakuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar