Morfologi
Lanjut Bahasa Indonesia 17
Februari 2014
Roziah,
S.Pd., M.A. Senin
NAMA:
Dita Hazwinda
NPM:
126211668
KELAS:
4B
TUGAS
1
1.
Ber + ajar = belajar ?
Per + ajar = pelajar ?
Ber + getar = bergetar ?
Jawab:
a.
Fonem
/r/ pada morfem afiks {ber-} dan {per-} akan berubah menjadi /l/ apabila bentuk
dasar yang mengikutinya berupa morfem ajar.
Contohnya
berikut ini :
Ber + ajar =
belajar
Per + ajar =
pelajar
Sumber:
“TATA BENTUK BAHASA INDONESIA Kajian ke Arah Tatabahasa Deskriptif” Masnur
Muslich (hal. 44)
b.
Perubahan
fonem /r/ pada prefiks ber- menjadi
fonem /l/ terjadi bila bentuk dasarnya akar ajar; tidak ada
contoh lain.
Ber + ajar =
belajar
Sumber:
“Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses)” Abdul Chaer (hal. 46)
c.
Fonem
/r/ pada morfem ber- dan per- mengalami perubahan menjadi /l/
sebagai akibat pertemuan morfem tersebut dengan bentuk dasarnya yang berupa
morfem ajar :
Ber + ajar =
belajar
Per + ajar =
pelajar
Sumber:
“MORFOLOGI SUATU TINJAUAN DESKRIPTIF” Prof. DRS. M. Ramlan (hal. 92)
2.
Buat contoh kata Transitif Verba dan Taktransitif Verba
masing-masing 5 contoh dan beri penjelasannya!
a.
Verba
Transitif ialah verba yang memerlukan nomina sebagai objek dalam kalimat aktif,
dan objek tersebut juga berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif. Contohnya
sebagai berikut:
1.
Pak
guru membahas kata kerja transitif.
2.
Bupati
akan memperbesar taman kota tahun depan.
3.
Pemerintah
melindungi fauna yang hampir punah.
4.
Dia menangisi
kejadian tempo lalu.
5.
Kami
masih memikirkan hasil ujian Morfologi.
Verba
yang dicetak miring dari contoh di atas adalah verba transitif. Masing-masing
diikuti oleh nomina atau frasa nominal, yaitu kata kerja transitif, taman
kota tahun depan, fauna yang hampir punah, kejadian tempo lalu, dan hasil
ujian morfologi. Nomina atau frasa nominal itu berfungsi sebagai objek yang
dapat juga dijadikan subjek pada kalimat pasif seperti:
1.
Kata
kerja transitif dibahas oleh Pak guru.
2.
Taman
kota tahun depan akan diperbesar oleh Bupati.
3.
Fauna
yang hampir punah dilindungi oleh Pemerintah.
4.
Kejadian
tempo lalu ditangisi olehnya.
5.
Hasil
ujian Morfologi masih dipikirkan oleh kami.
b.
Verba
Taktransitif adalah verba yang tidak memiliki nomina dibelakangnya yang dapat
berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.
1.
Kami
berenang di Waterboom Labersa.
2.
Air
sungai beransur surut.
3.
Bendera
merah putih berkibar.
4.
Radio
itu berbunyi.
5.
Dia senyum
sepanjang perjalanan.
3.
Buat contoh kata verba yang mengandung makna inheren perbuatan
(aksi), proses, atau keadaan masing-masing 10 dalam bentuk kalimat dari bahasa
daerah masing-masing!
a.
Perbuatan
(aksi)
1.
Ayah
membelikan kerupuk sanjai Bukit tinggi.
Ayah mambalian
karupuak sanjai Bukik tenggi.
2.
Siti
suka menakut-nakuti adiknya.
Siti suko manakuik-nakuikan
adiaknyo.
3.
Dalam
cerita itu si Kancil suka mencuri timun.
Dalam carito tu
si Kancil suko mancilok timun.
4.
Jangan
melempar bola ke atas!
Ijan malempa
bola ka ateh!
5.
Tiap
malam mereka ribut .
Tiok malam
urang ko mamakak.
6.
Pesan
Ibu rajin-rajin belajar agar pandai.
Pasan mandeh
rajin-rajin balaja bia pandai.
7.
Kami
dilarang mendekat ke kandang singa.
Kami dilarang mandakek
ka kandang singo.
8.
Ayah
memberhentikan mesin air.
Ayah mambarantian
masin aia.
9.
Rika
senang mencabut rumput.
Rika sanang mancabuik
rumpuik.
10.
Ibu menjual daging ayam di pasar.
Mandeh manjua dagiang ayam di pasa.
b.
Proses
1.
Baju
itu sudah mengecil dibadan Mira.
Baju tu alah mangetek
dibadan Mira.
2.
Saat
musim kemarau tiba, semua daun mongering.
Saat musim
kamarau tibo, sado daun mangariang.
3.
Sudah
tiga hari tersangka itu meninggal.
Alah tigo ari
tasangko tu maningga.
4.
Musang
itu masih hidup dari seminggu yang lalu.
Musang tu masih
iduik sadari saminggu nan lalu.
5.
Tiba-tiba
ban mobil meledak dijalanan.
Tibo-tibo ban
oto maladak dijalan.
6.
Kue
ini terjatuh ke tanah.
Kue ko tajatuah/tacampak
ka tanah.
7.
Kakinya
hitam akibat terbakar.
Kakinyo itam
dek tabaka.
8.
Pohon
ini semakin tinggi.
Pohon ko
samakin tenggi.
9.
Beberapa
korban terdampar dipemukiman warga.
Babarapo korban
tadampa dipamukiman warga.
10.
Sebagian
wilayah Jakarta mengalami banjir.
Sabagian
wilayah Jakarta mangalami banjiah.
c.
Keadaan
1.
Adik
suka menangis.
Adiak suko
managih.
2.
Kedatangannya
sangat berguna untuk masyarakat.
Kadatangannyo baguno
bana untuak masyarakat.
3.
Saya
sedih meninggalkan kampung halaman.
Denai sadiah
maninggaan kampuang halaman.
4.
Baju
ini kotor sekali.
Baju ko kumuah
bana.
5.
Kami
semua cemas karena ulahnya.
Kami sado cameh
dek ulahnyo.
6.
Akhirnya
nenek sudah sembuh.
Akhirnyo
anduang alah cegak.
7.
Tuti
selamat tiba di Pekanbaru.
Tuti salamaik
tibo di Pakanbaru.
8.
Halaman
rumah sudah Ibu bersihkan.
Halaman rumah
alah mandeh barasiahan.
9.
Mira
tidak masuk karena sakit.
Mira indak
masuak dek sakik.
10.
Baju
abang bagus.
Baju uda rancak.
RINCIAN BIAYA KULIAH SEMESTER 1
Formulir PMB 2012/2013 Rp. 250.000
Uang pangkal Rp. 4.200.000
24 sks x Rp. 66.000 Rp.
1.584.000
Uang SPP Rp.
1.100.000
Peralatan kuliah (notebook + printer) Rp. 4.500.000
Binder + kertas 100 sheets) Rp. 37.000
Buku-buku penunjang perkuliahan smt 1 Rp. 280.000
Biaya tak terduga (potocopy, penjilidan dll) ±Rp. 200.000
Uang saku Rp. 200.000 x 6 bln Rp. 1.200.000
Uang transportasi Rp. 50.000 x 6 bln Rp. 1.200.000
Jumlah Rp.
14.551.000
RINCIAN BIAYA KULIAH SEMESTER 2
23 sks x Rp. 66.000 Rp.
1.518.000
Uang SPP Rp.
1.100.000
Kertas 100 sheets) Rp. 22.000
Buku-buku penunjang perkuliahan smt 2 Rp. 250.000
Biaya tak terduga (photocopy, penjilidan dll) ±Rp. 300.000
Uang saku Rp. 200.000 x 6 bln Rp. 1.200.000
Uang transportasi Rp. 200.000 x 6 bln Rp. 1.200.000
Jumlah Rp.
5.590.000
RINCIAN BIAYA KULIAH SEMESTER 3
23 sks x Rp. 66.000 Rp.
1.518.000
Uang SPP Rp.
1.100.000
Kertas 100 sheets) Rp. 22.000
Buku-buku penunjang perkuliahan smt 3 Rp. 245.000
Biaya tak terduga (foto copy, penjilidan dll)±Rp. 350.000
Uang saku Rp.200.000 x 6 bln Rp. 1.200.000
Uang transportasi Rp. 200.000 x 6 bln Rp. 1.200.000
Jumlah Rp.
5.635.000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar